- Tema pameran photo adalah tentang Bali : Landscape, culture, human interest.
- Pameran photo diikuti oleh semua kalangan dan semua level photographer. Mulai dari pemula/amatir hingga yang sudah senior. Diikuti oleh seluruh photographer, baik dari seluruh Bali maupun nasional.
- Workshop photography akan dilaksanakan pada hari Sabtu 29 Januari 2011 oleh para senior photography Bali yang kiprahnya telah diakui hingga ke manca negara. Antara lain :
- Nyoman Bayu Yudianala/NBY Matahati (matahatiphotography.com)
- Andi Sucirta (andisucirta.com)
- Anom Manik Agung (puriartistikphotography.com)
- Dewandra Djelantik (dewandradjelantik.com)
- Lomba photography akan dilaksanakan pada tanggal 30 Januari 2011. Sesuai dengan tema yaitu Bali, diadakan 2 lomba sekaligus yaitu lomba salon+model dengan riasan kebaya Bali modern dan lomba hunting photography dengan model dari salon tersebut.
- Lokasi pameran di gedung Ksirarnawa – Art Center Denpasar
- Waktu pelaksanaan pada tanggal 29-30 Januari 2011 pada hari Sabtu dan Minggu. Pertimbangannya karena sebagian peserta adalah pelajar, mahasiswa, dan pegawai yang hanya punya waktu luang di hari Sabtu & minggu
- Pendaftaran peserta pameran ditutup pada tanggal 15 Januari 2011, untuk lomba dan workshop photography akan ditutup pada tanggal 25 Januari 2011
- Rencananya diresmikan oleh Gubernur Bali dan Menbudpar Jro Wacik. Surat permohonan sudah kami kirimkan dan menunggu jawaban. Informasi akan kami update secara berkala
Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 16 Januari 2011
Konsep dan Tema event BPFI
Label:
Fotografi
Minggu, 19 Desember 2010
Teknik fotografi Digital - teknikpengaturan shutter speed - ISO dalam fotografi - pengaturan Aperture dalam teknik fotografi
Sebenarnya apa yang penting dari teknik fotografi digital ? , ada beberapa hal yang esensial dalam menghasilkan sebuah foto, adalah mengtur beberapa variable pada kamera agar foto yang di produksi sesuai dengan harapan tidak Under maupun Over exposure
Teknik Dasar Fotografi Digital : Shutter Speed
Shutter Speed dalam bahasa indonesia disebut kecepatan Rana atau kecepatan penutup dalam istilah fotografi adalah tirai pada kamera yang menutupi permukaan atau sensor exposure pada permukaan film atau sensor foto tadi. foto. Jika tirai ini terbuka maka akan terjadi penangkapan gambar
Awalnya shutter dibuat dari lempengan logam, namun kebanyakan kamera modern menggunakan penutup yang dibuat dari kain kecepatan rana yang lebih cepat. Penutup yang terbuat dari kain memiliki kekuatan sekitar 50,000 hingga 200,000 kali proses buka-tutup (melakukan exposure). Kain penutup yang aus atau rusak bisa dengan mudah diganti di pusat layanan purna jual merek kamera yang bersangkutan. untuk mengurangi berat kamera dan untuk mendapatkan
Lamanya tirai ini terbuka ditentukan oleh setelan kecepatan rana pada kamera.
Fotografi digital memudahkan kita memahami dunia fotografi, hasil jepretan langsung bisa di review melalui jendela LCD, sehingga kita bisa mengevaluasi hasil jepretan, karena data teknis yg berkaitan dengan Jepretan tadi terlihat dan terekam, berbeda dengan Fotografi Konvensional, dimana kita harus mencetaknya dulu baru dapat melihat, me-review dan mengevaluasi hasil jeperetan, data teknis-nya pun kita harus mencatatnya terlebih dahulu, sehingga butuh banyak biaya dan waktu yg terbuang untuk bisa memperbaiki kemampuan fotografi kita
Seni Fotografi digital bisa diibaratkan sebagai melukis dengan cahaya, dalam hal ini kamera dan Lensa yang menggantikan peran kuas dan cat. Ada dua hal yg memegang peranan terpenting dalam kamera dan lensa, yaitu Shutter Speed dan Aperture
Shutter Speed adalah lamanya waktu yg diperlukan untuk menyinari sensor CMOS ato CCD pada kamera digital, dan Film pada kamera konvensional. Pada Kemera tertera angka-angka 250,125,60,30,15 dst. Ini berarti lamanya penyinaran adalah 1/250 detik, 1/125 detik, 1/60 detik, dst.
Semakin besar angkanya berarti semakin cepat waktu yg digunakan, hal ini akan menciptakan efek diam (freeze), misalnya kita akan memotret objek yg sedang bergerak, misal mobil, dengan efek diam, kita memerlukan setidaknya shutter speed diatas 1/125 detik
Sebaliknya bila kita akan memotret objek tersebut dengan efek bergerak, maka dibutuhkan shutter speed kurang dari 1/125 detik, sebaiknya dilakukan dengan cara mengikuti arah gerak objek, hal ini disebut teknik panning,
Dua hal diatas tergantung juga dari kecepatan objek tersebut bergerak, semakin cepat objek bergerak, berarti semakin tinggi shutter speed yg dibutuhkan agar memperoleh efek diam atau bergerak yang kita inginkan, Perlu diperhatikan, semakin rendah shutter speed, akan mengakibatkan semakin besar juga kemungkinan terjadinya camera shaking, yg akan mengakibatkan hasil jepretan menjadi goyang dan tidak tajam
Agar aman, gunakan shutter speed diatas 30 atau 1/30 detik, kalo memang menginginkan shutter speed lebih rendah, misal 1/15 detik, 1/8 detik ato yg lebih rendah, gunakan gunakan penyangga ato tripod
Label:
Fotografi
Langganan:
Postingan (Atom)